Home / Informasi Fakultas / Keseruan Kunjungan Prodi Ekonomi Pembangunan ke Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan

Keseruan Kunjungan Prodi Ekonomi Pembangunan ke Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan

Surabaya-Fakultas Ekonomi, HMJ Ekonomi Pembangunan mengadakan Kunjungan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan di Kantor Perwakilan Jawa Timur, Surabaya. Kunjungan ini merupakan salah satu syarat untuk mengikuti magang, jadi seluruh mahasiswa Ekonomi Pembangunan wajib untuk mengikuti kunjungan tersebut. Kunjungan BI & OJK ini juga dibuka untuk umum karena informasi pentingnya peran Bank Sentral dan pengawasan terkait lembaga keuangan.


Pada kesempatan Kunjungan BI & OJK di Kpw Jatim ini sangat luar biasa karena mendapatkan informasi secara langsung terkait GPN (Gerbang Pembayaran Nasional) dari pihak Bank Indonesia dan mengenal lebih dalam tentang OJK. Pihak BI menjelaskan GPN secara menyeluruh mulai dari manfaat, penggunaan hingga tujuan GPN. GPN sendiri adalah suatu sistem yang mengintegrasikan transaksi antar bank. GPN memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi non tunai menggunakan kartu debit di toko atau merchant dan dengan GPN ini juga menghemat biaya administrasi bagi konsumen. Jadi setiap bank yang beroperasi di Indonesia wajib mengadopsi sistem GPN dan merilis kartu debit GPN berlogo garuda. Pihak BI menegaskan bahwa pentingnya informasi GPN harus diketahui oleh masyarakat, BI sendiri sudah melakukan sosialisasi GPN tetapi belum mencapai target dalam pergantian kartu debit yang diharapkan.


Dari OJK disampaikan oleh bagian bidang edukasi dan perlindungan konsumen, memaparkan perihal hadirnya OJK pada tahun 2011. Mengapa perlu adanya OJK? Karena saat ini perkembangan sistem lembaga keuangan jauh lebih kompleks dan tentu saja menyebabkan permasalahan-permasalahan di sektor jasa keuangan juga kompleks. Pihak OJK lebih menekankan perihal kurangnya literasi keuangan masyarakat terhadap lembaga jasa keuangan dan harapan kedepannya literasi keuangan masyarakat Indonesia lebih baik agar masyarakat paham akan manfaat dan kebutuhan dalam memilih lembaga jasa keuangan yang sesuai.


Setelah Kunjungan BI & OJK dilanjutkan untuk berkunjung ke cagar budaya Bank Indonesia atau lebih dikenal dengan De Javasche Bank. De Javasche Bank yang terdapat di Surabaya bukanlah meseum BI tetapi lebih kepada cagar budaya karena terdapat peninggalan-peninggalan yang bersejarah mengenai perbankan pada jaman Belanda. Museum BI sendiri hanya ada di Jakarta. Di De Javasche Bank Surabaya ini bangunan nya masih asli dan belum ada perubahan, jadi suasana jaman Belanda masih terasa karena ornament-ornamen dan barang-barang yang berkaitan dengan perbankan masih ada disana. Disana kami mendengarkan cerita-cerita yang dipandu oleh Bapak Bambang yang usianya sudah mencapai 70, beliau paham betul mengenai sistem perbankan jaman belanda sampai asal usul bangunan De Javasche Bank yang ada di Surabaya.

Kontributor: Zulfa Rossi Noviana

Editor : Rochmat Aldy Purnomo

Check Also

Kunjungan Industri bersama KSEI Score-U dan HMJ Manajemen

Ponorogo-Pada hari Jum’at, 16 November 2018, anggota Komunitas Studi Ekonomi Islam (KSEI) Score-U bersama beberapa …