Home / Informasi Fakultas / Kuliah Umum di Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Ahmad Erani Yustika : Wujudkan Pembangunan Ekonomi yang Berkelanjutan

Kuliah Umum di Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Ahmad Erani Yustika : Wujudkan Pembangunan Ekonomi yang Berkelanjutan

Ponorogo – Staf Khusus Presiden di Bidang Ekonomi memberikan kuliah umum kepada ratusan mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Selasa (25/09). Materi yang disampaikan berjudul “Pembangunan Desa, Pemerataan Ekonomi, dan Keadilan Sosial”.

Acara yang dipadati oleh ratusan mahasiswa dari beberapa jurusan ini juga disiarkan secara langsung melalui akun resmi social media instagram Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Staf Khusus Presiden di bidang Ekonomi tiba sekitar pukul 13.35 WIB, sebelum memasuki venue kuliah umum.

Tidak lama berselang, Staf Khusus Presiden di bidang Ekonomi memasuki aula lantai 4 gedung rektorat dan memulai membuka kuliah umum. Ada 3 hal yang disampaikan Staf Khusus Presiden di bidang Ekonomi dalam kesempatan ini. Pertama, tantangan dan kondisi pembangunan ekonomi. Kedua, kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ketiga, dana desa sebagai suatu instrumen fiskal untuk mencapai tujuan pembangunan ekonomi.

Menurut lulusan doktor dari Jerman ini, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo patut berbangga, karena salah satu hasil karya ilmiah yang bersumber dari kegiatan KKN 2017, dapat menjadi bunga rampai potensi desa di Kabupaten Ponorogo. “Kalian patut berbangga, karena hasil pembelajaran, riset dan pengabdian memiliki hasil yang dapat dinikmati oleh masyarakat seperti buku ini (Bunga Rampai Potensi Desa di Kabupaten Ponorogo). Saya berharap bahwa generasi muda dari Universitas Muhammadiyah Ponorogo memiliki semangat yang lebih tinggi lagi untuk menciptakan karya-karya ilmiah yang lebih hebat lagi,” ungkap Ahmad Erani Yustika disambut tepuk tangan ratusan mahasiswa.

Lebih lanjut, Ahmad Erani Yustika menyampaikan bahwa Indonesia tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, karena pertumbuhan tanpa pemerataan dan keadilan adalah pertumbuhan yang akan menyebabkan disparitas di kemudian hari. “Pertumbuhan harus inklusif, artinya seluruh masyarakat mampu berpartisipasi dan ikut menikmati hasilnya. Dibidang desa sendiri, pemerintah menganggarkan 73 trilyun untuk dana desa.” tambah Ahmad Erani Yustika.

Di akhir materi, Ahmad Erani Yustika berpesan agar para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo dapat menjadi solusi dan generasi penerus bangsa serta meraih cita-cita yang diharapkan. “Indonesia ekonominya perlu diperkuat oleh kita semua. Saya ingin Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Akademisi dan mahasiswa juga melakukan yang terbaik sehingga semua bidang, serta mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” tutupnya.

Kontributor : Rochmat Aldy Purnomo

Check Also

LKMO BEM FE : Harmonisasi dalam Organisasi

Ponorogo-BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Ponorogo mengadakan LKMO dan Makrab, pada tanggal …