Home / Informasi Fakultas / Training of Trainers Pasar Modal Syariah, Edukasi Sistem Baru dalam Berinvestasi

Training of Trainers Pasar Modal Syariah, Edukasi Sistem Baru dalam Berinvestasi

Ponorogo-Pemahaman Pasar Modal Syairah di Bursa Efek Indonesia bagi masyarakat bisa dibilang masih sangat kurang. Mengingat adanya persentase hanya mencapai 1,69 persen dari jumlah penduduk Indonesia sebesar 265 juta jiwa. Dengan demikian, ini membutuhkan kerjasama dari seluruh stakeholders khususnya setiap Galeri Investasi yang ada di kampus di Indonesia. Peran Galeri Investasi merupakan sebuah instrumen penting bagi kampus untuk bekerja dalam memberikan edukasi dan pelatihan bagi seluruh civitas akademika maupun masyarakat umum.

Tepatnya hari kamis tanggal 27 September 2018, Galeri Investasi BEI FE Universitas Muhammadiyah Ponorogo mengadakan kegiatan Training of Trainers (TOT) Pasar Modal Syariah yang bekerjasama dengan Manulife Aset Management Indonesia (MAMI), Bursa Efek Indonesia KP Surabaya, dan Otoritas Jasa Keuangan Surabaya dalam memberikan pelatihan dan edukasi bagi para dosen, pegawai, guru, karyawan, umum, dan mahasiswa dalam memahami tentang Pasar Modal Syariah di BEI.

Acara ini berlangsung selama sehari, di mulai dari pagi hingga sore dengan peserta sebanyak 200 peserta. Narasumber kali ini sangat luar biasa dengan mendatangkan para Praktisi dan Akademisi Pasar modal syariah di Bursa Efek Indonesia seperti Bapak Deddy Herlambang (Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal), Bpk. Gunawan Yasni (Dewan Pengawas Syariah di PT. MAMI dan Anggota DSN MUI), Bpk. Dery Yustria dari IDX, dan Bpk. Legowo Kusumonegoro selaku Presiden Direktur PT. Manulife Aset Management Indonesia. Selain itu, acara ini dihadiri oleh Ibu Dewi Sriana selaku Kepala BEI KP Surabaya, Deputi OJK Wilayah Kediri Jawa Timur, Wakil Rektor 3 Umpo sekaligus membuka acara, dan Dekan Fakultas Ekonomi beserta jajarannya. Acara ini Alhamdulilllah berjalan hikmad dan sukses dengan disuguhkan materi-materi yang Update mengenai pasar modal syariah BEI dan perkembangannya di Indonesia.

Masyarakat Indonesia khususnya dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo harus bisa mengatur finansialnya dengan baik agar efektif dan efisien, mengingat roda perekonomian semakin fluktuatif bahkan inflasi merupakan musuh yang nyata dari tahun ke tahun. Selain itu, kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia tentang tingginya sifat konsumtif sehingga menyebabkan kurangnya sifat irit dalam menciptakan invetasi jangka panjang. Dengan demikian, acara TOT Pasar Modal Syariah ini sangat memberikan kontribusi bagi peserta sehingga mereka bisa mengatahui dan memahami serta bisa mempraktekan dalam kehidupan sehari-hari. Tegas Titi Rapini.

Kontributor : La Ode Sugianto

Editor : Rochmat Aldy Purnomo

Check Also

LKMO BEM FE : Harmonisasi dalam Organisasi

Ponorogo-BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Ponorogo mengadakan LKMO dan Makrab, pada tanggal …