Serah Terima IPAL Batik Ciprat Karangpatihan: Langkah Penting dalam Mempertahankan Keberlanjutan Lingkungan

Dosen dari Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Ponorogo yang diketuai oleh Dr. Rochmat Aldy Purnomo, M.Si. (biasa dipanggil Aldy) menerima hibah dalam skema Program Hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Kompetitif Nasional DRTPM tahun 2023. Program yang ditawarkan untuk skema pengabdian kepada masyarakat kali ini berkaitan dengan Penerapan Ekonomi Sirkular pada Industri Fesyen Ramah Lingkungan di Rumah Harapan Mulya Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo.

Dalam Skema ini memberikan pelatihan dengan tema Ketrampilan Pemanfaatan Bonggol Jagung dan Fesyen Berkelanjutan sebagai Upaya Pengembangan Produk Batik Ciprat Ramah Lingkungan Karangpatihan. Serta dalam kegiatan ini pula dimulai dengan serah terima Instalasi Pengolahan Air Limbah Batik Ciprat Karangpatihan (IPAL) dari Universitas Muhammadiyah Ponorogo ke Desa Karangpatihan yang diwakili oleh mitra (Rumah Harapan Mulya), Ibu Yuliana dan kepala desa Karangpatihan yakni Eko Mulyadi, S.IP.

“Saya mewakili pihak desa karangpatihan mengucapkan terimakasih kepada UMPO yang mana diwakili oleh timnya yang telah memberikan seperangkat IPAL ke desa kami. Bantuan program ini akan sangat bermanfaat di desa kami khususnya pengolahan air limbah batik ciprat karangpatihan. Selain bantuan berupa barang peningkatan SDM juga sangat berguna bagi warga kami untuk bisa menjadi next level” pungkas Eko Mulyadi.

IPAL adalah singkatan dari Instalasi Pengolahan Air Limbah. Ini adalah sistem atau fasilitas yang digunakan untuk mengolah air limbah domestik atau industri sehingga dapat dibuang ke lingkungan dengan aman atau digunakan kembali dalam beberapa kasus. IPAL berperan penting dalam menjaga kebersihan lingkungan dan melindungi sumber daya air, karena tanpa pengolahan yang tepat, air limbah dapat mencemari air tanah dan sungai serta mengancam kesehatan manusia dan ekosistem. IPAL dapat menggunakan berbagai teknologi dan proses, seperti pengendapan, aerasi, pengolahan biologis, dan lainnya, tergantung pada jenis air limbah yang diolah dan tingkat pemurniannya yang dibutuhkan. “Alhamdulillah, kegiatan serah terima IPAL berjalan dengan lancar, dilanjutkan diskusi dengan pemateri dari Borneo Tarakan (Kalimantan Utara) dan UNS (Solo)” tutup Aldy.

Tinggalkan Balasan